Tantangan dan Strategi dalam HRM
Oleh: Gita Ratih
Human
Resource Management (HRM) merupakan perencanaan, pengorganisasian,
pengkoordinasian, pelaksanaan dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan,
pemberian balas jasa, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemisahan tenagakerja
dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Dalam usaha pencapaian tujuan
perusahan permasalahan yang dihadapi manajemen bukan hanya terdqapat pada bahan
mentar, alat-alat kerja, mesin-mesin produksi, uang dan lingkungan kerja saja,
namun juga menyakup karyawan (SDM) yang mengelola faktor-faktor produksi
lainnya tersebut.
Seiring dengan keadaan ekonomi yang tidak menentu serta
kemajuan lokal dan global yang semakin berkembang, ada perubahan yang terjadi
dengan cepat yang mempengaruhi Human Resource (HR) dalam berbagai isu. Menurut
Survei dari Global HR Challenges terdapat beberapa tantangan uang dihadapi oleh HRM saat ini, yaitu:
1.
Perubahan Manajemen
Tidak
hanya berfokus kepada pelatihan profesional dan pengembangan HR, perubahan
manajemen merupakan tantangan khusus bagi divisi Human Resource (HR). World
Federation of Personnel Management Associations WFPMA mengemukakan bahwa
hal ini menjadi alasan utama mengapa HR terus berupaya membantu bisnis untuk
berkembang. Fokus pada pelatihan diperlukan untuk mengembangkan kompetensi
tambahan dalam menangani perubahan manajemen.
2.
Pengembangan Kepemimpinan
Tantangan terbesar kedua dalam Human Resource Management yang
perlu menjadi langkah stategis adalah pengembangan kepemimpinan. Profesional HR
diharapkan dapat memberikan struktur dasar, proses, sarana, dan sudut pandang
untuk membuat pilihan terbaik dan mengembangkan kelanjutan kepemimpinan dari
organisasi.
3.
Pengukuran Efektivitas HR
Seperti divisi yang lainnya, divisi HR juga perlu mengukur
pencapaian manajemen serta pengaruh positif yang diberikan untuk mencapai
tujuan perusahaan. WFPMA mengatakan bahwa menggunakan sarana pengukuran untuk
menentukan efektivitas kinerja HR adalah awal dari perubahan peran HR, dari
fungsi administratif menjadi HR sebagai sarana fungsi strategis dalam
organisasi.
HRM berperan penting dalam menguntungkan perusahaan. Jika
tidak diterapkan dengan baik, maka berbagai risiko manajemen sumber daya
manusia mungkin akan terjadi di perusahaan. Terdapat beberapa risiko
atau masalah yang timbul apabila suatu perusahaan tidak menjalankan HRMnya
dengan baik.
1.
Masalah Keragaman Gugus Kerja
Keragaman gugus kerja ini
berlipat ganda jumlahnya dalam manajemen sumber daya manusia internasional. Hal
ini dikarenakan semakin besar juga variasi yang timbul. Kunci keberhasilan diperoleh
dari seberapa baik kebijakan sumber daya manusia diintegrasikan dan
diimplementasikan.
2.
Kesadaran Budaya
Perbedaan-perbedaan
budaya antar aktivitas perusahaan internasional harus diperhatikan karena dapat
menghambat keberhasilan mereka. Oleh karena itu, harus dilakukan
identifikasi berbagai solusi atas perbedaan budaya atau negara yang dapat
menghambat strategi sebuah perusahaan. Sebagai contoh, bagaimana
mempertimbangkan perbedaan budaya antara manajer dari Amerika Serikat dan
manajer dari Jepang, serta manajer-manajer yang berasal dari dunia ketiga.
Perbedaan budaya kedua negara maju diatas memerlukan kecermatan dalam
mengelolanya.
3.
Asumsi
Manajer operasional dan
profesional sumber daya manusia mendapatkan bahwa kewarganegaraan, training, dan pengalaman membawa
mereka untuk membuat berbagai asumsi yang dilandaskan secara budaya. Penggunaan
poin rujukan budaya seseorang dalam menilai budaya orang lain dikenal sebagai
etnosentrisme.
4.
Struktur Departemen
Saat
timbul masalah manajemen sumber daya manusia internasional, maka hal ini akan
menjadi bagian persoalan departemen itu. Dengan demikian, perekrutan, proses
seleksi, kompensasi dan aktivitas-aktivitas tradisional lain terus berlanjut. Tanggung jawab atas seluruh aktivitas ini
bisa dipegang oleh kantor pusat atau desentralisasi kepada kantor-kantor
divisional, regional nasional, atau berbasis fasilitas.
5.
Hak-Hak Tenaga Kerja
Hak-hak tenaga kerja merupakan faktor utama dalam praktik
manajemen sumber daya manusia internasional. Undang-undang merupakan
peraturan di negara tempat para pegawai bekerja, dengan tidak mempedulikan asal
perusahaan atau pegawainya.
Dari uraian di atas dapat digambarkan beberapa masalah yang
ada dalam HRM.
Ada beberapa
cara atau strategi yang bisa dilakukan oleh HR agar operasional perusahaan bisa
berjalan dengan baik, hal tersebut antara lain:
-
Menempatkan SDM sesuai keahlian: Penempatan karyawan sebagai salah satu
strategi HR harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan perusahaan terhadapa
karyawan tersebut dan juga tidak melupakan keahlian dan kompetensi yang
dimiliki orang karyawan. Penempatan yang tepat bagi karyawan yang sesuai dengan
keahlian dan kompetensinya akan berdampak positif dengan pengembangan
perusahaan. Karyawan yang ditempatkan sesuai dengan keahliannya akan banyak
menciptakan ide-ide yang bisa digunakan perusahaan untuk pengembangan bisnis
perusahaan.
-
Mengefisiensikan SDM dalam pekerjaan: Melakukan
efisiensi disini berarti mengusahakan input yang dikeluarkan perusahaan harus
menghasilkan output yang maksimal. Efisiensi SDM dalam pekerjaan bukan dengan
memforsir pekerjaan karyawan tetapi bagaimana divisi HR bisa mengotimalkan
tenaga dan produktivitas para karyawan sesuai dengan kemampuan. Divis HR juga
harus memastikan bahwa setiap apa yang dilakukan oleh perusahaan harus
seefisien mungkin dengan hasil dan produktivitas yang maksimal dan memuaskan.
Agar efisiensi dalam operasional perusahaan berjalan dengan baik maka divisi HR
harus melakukan perancangan sistem yang bisa mendorong efisiensi. HR
diharuskan untuk bisa merancang sistem agar segala input yang dikeluarkan oleh
perusahaan bisa menghasilkan output yang sesuai dengan tujuan perusahaan. Hal yang bisa
dilakukan HR untuk mencapai hal tersebut adalah dengan melakukan
pengaorganisasian terhadap sistem yang ada di perusahaan. Pengorganisasian
tersebut harus disusun dan direncanakan dengan baik sesuai dengan ketentuan dan
kebijakan yang ada diperusahaan.
-
Membangun Komunikasi yang Baik: Komunikasi menjadi hal yang terpenting dalam
mengelola Sumberdaya manusia. Membangun komunikasi yang baik antar karyawan
menjadi hal yang patut untuk diperhitungkan. Hal ini bisa dilakukan HR dengan
membangun sistem informasi dan komunikasi yang terstruktur dan mudah diaplikasikan.
Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh HR dalam meminimalisir kesalahan
komunikasi adalah memberikan pengetahuan komunikasi kepada karyawan. Divisi HR
sudah pasti memiliki kemampuan komunikasi yang baik karena pekerjaannya yang
selalu berhadapan langsung dengan SDM di perusahaan.
-
Menfasilitasi Kebutuhan Karyawan: Karyawan sebagai salah roda penggerak kemajuan
sebuah perusahaan harus lah diperhatikan keinginan dan kebutuhannya. Perusahaan
sebisa mungkin memenuhi kebutuhan karyawan, agar karyawan memiliki loyalitas
terhadap perusahaan. Karyawan yang sudah memiliki loyalitas yang tinggi akan
memberikan produktivitas yang tinggi pula. Produktivitas inilah yang dibutuhkan
oleh perusahaan untuk dapat memajukan bisnisnya. Untuk mencapai
produktivitas yang tinggi dalam perusahaan, fasilitas kerja yang lengkap tentu
sangat dibutuhkan. Di sini peran HR sebagai salah satu divisi yang menangai SDM
perusahaan agar bisa mengerti kebutuhan karyawan. HR harus bisa melakukan
analisa kebutuhan karyawan dan bisa menyedikan apa yang dibutuhkan oleh
karyawan. Memenuhi kebutuhan karyawan tetap berasaskan tujuan perusahaan.
-
Mengembangkan SDM: Karyawan sebagai salah satu komponen terpenting dalam perusahaan harus
menjadi salah satu roda penggerak terbaik perusahaan. Perusahaan wajib
memberikan fasilitas pengembangan SDM agar SDM yang dimiliki memiliki kualitas
produktivitas yang mumpuni. Keterampilan dan keahlian harus selalu di asah agar
karyawan memiliki ide-ide yang out of the box. Dengan tersedianya banyak ide baru, maka kesempatan
perusahaan untuk memenangkan kompetisi pasar akan terbuka lebar.
-
Management Trainee Fresh Graduate: Merekrut fresh graduate menjadi salah satu hal yang banyak dilakukan oleh
perusahaan. Hal ini dilakukan karena saat ini banyak SDM memiliki skill yang berbeda-beda. Skill atau kemampuan yang berbeda-beda ini menjadi salah satu
sasaran perusahaan agar dengan skill yang ada para karyawannya bisa mengembangankan
perusahaan menjadi yang terdepan. Untuk menyesuaikan dengan kebutuhan
perusahaan maka biasanya para fresh grudate ini dilatih lagi agar kemampuan yang mereka miliki
sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
-
Pendisiplinan Karyawan: Strategi selanjutnya yang bisa dilakuakn oleh HR
agar opersional perusahaan bisa berjalan dengan semestinya dengan efisiensi
yang tinggi adalah dengan membuat karyawan disiplin. Disiplin di sini adalah
dengan membuat aturan terkait kehadiran dan kontribusi karyawan terhadap
perusahaan.
Referensi:

Comments
Post a Comment