Manajemen Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Manusia dalam Bisnis E-Commerce Indonesia
Gita Ratih Prima Santi (5119220014).
Bisnis e-commerce di Indonesia diprediksi
akan terus berevolusi. Sejak awal kemunculannya, e-commerce telah memberikan dampak yang besar pada aspek ekonomi masyarakat Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari semakin meningkatnya sifat konsumtif masyarakat dalam berbelanja online hingga bertambahnya jumlah lapangan pekerjaan.
Dilansir dari TechinAsia.com, firma konsultan Manajemen Mc. Kinsey & Company pada Agustus 2018 merilis riset mengenai status e-commerce di Indonesia. Sekarang ini, e-commerce telah banyak memberi dampak positif bagi lapangan kerja Indonesia dengan estimasi 4 juta pekerja terhubung dalam lingkungan bisnis tersebut. Tahun 2022 diperkirakan pertumbuhan pasar e-commerce Indonesia dapat merangkul sekitar 26 juta pekerja atau 20% angkatan kerja Indonesia. Lapangan kerja baru ini meliputi yang muncul untuk mendukung kegiatan e-commerce, seperti posisi pemrograman atau logistik di perusahaan e-tailing, dan pekerjaan yang sudah ada namun diperbarui oleh perkembangan e-commerce, seperti pengelola UMKM yang berpindah dari offline ke online.
Pertumbuhan e-commerce yang semakin pesat ini dapat menjadi jalan bagi Indonesia untuk pemerataan ekonomi. Akan tetapi pertumbuhan e-commerce tersebut belum seirama dengan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni. Saat ini daya saing digital Indonesia dapat dikatakan termasuk dalam kategori rendah karena masih minim investasi untuk pengembangan SDM di bidang teknologi digital. Masih sedikit SDM yang sungguh-sungguh menguasai sistem e-commerce secara menyeluruh, tidak hanya secara teknis, akan tetapi juga mengerti tentang sistem perbankan, lalu lintas perdagangan, dan sistem hukum yang berlaku.
Tidak tersedianya SDM yang berkualitas dan memahami keseluruhan sistem tersebut membuat beberapa profesi menjadi sangat mahal dan masih belum cukup cepat menjawab kebutuhan industri. Besarnya peluang pertumvuhan e-commerce tanpa diiringi dukungan dari segi SDM yang memadai menjadi sebuah permasalahan yang harus segera dicari jalan keluarnya.
Salah satu alasan rendahnya jumlah SDM e-commerce yang mumpuni adalah kurangnya ketersediaan informasi, seperti buku referenai, jurnal, majalah, atau tabloid yang membahas e-commerce. Selain itu juga kurangnya sarana pendidikan, seminar, workshop, pusat pengembangan yang seharusnya dibangun, dan tenaga ahli di bidang e-commerce. Oleh karena itu, perlu diambil beberapa tindakan untuk mempercepat pengembangan SDM e-commerce agar industri ini dapat berkembang dengan cepat dan tepat.
Hal pertama dapat dilakulan dengan perbaikan sistem pendidikan. Sebagai contoh, sistem belajar dari Amerika yang lebih banyak mengembangkan penelitia ilmiah dan dukungan kuat dari pihak pemerintah untuk melakukan inovasi teknologi, hal pertama yang harus dilakukan adalah perbaikan sostem pendidikan agar lebih baik, bermutu, dan berkualitas. Guna mencapai hal tersebut, diperlukan penataan terhadap sistem pendidikan secara menyeluruh, terutama yang berkaitan dengan kualitas pendidikan serta relevansinya dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Pemerintah mempunyai peran yang penting dalam penyelenggaraan sistem pendidikan yang efektif dan efisien, berorientasi pada penguasaan iptek, serta merata di seluruh pelosok tanah air.
Kedua dapat dilakukan peningkatan kapasitas SDM melalui berbagai diklat, kompetensi, pembinaan, dan lain-lain. Tenaga kerja profesional dan terampil sesuai tuntutan/kebutuhan pasar merupakan faktor keunggulan suatu bangsa dalam menghadapi persaingan global. Pemerintah memegang peran penting dalam menyiapkan program-program strategis guna menghasilkan SDM momentberkualitas dan siap memasuki pasar kerja. Pemerintah dapat memfasilitasi pelatihan terkait e-commerce di Balai Latihan Kerja. Selain itu, dapat bekerja sama dengan masyarakat, baik asosiasi maupun pihak swasta dan perguruan tinggi dalam penyelenggaraan pelatihan atau workshopbagi masyarakat mengenai e-commerce.
Ketiga adalah melakukan mentoring, yakni proses berbagi pengalaman dan pengetahuan dari seseorang yang sudah berpengalaman kepada orang yang ingin belajar dalam bidang tersebut. Di sini kata kuncinya adalah berbagi pengalaman dan pengetahuan. Seorang mentor biasanya adalah seseorang yang memang sudah berpengalaman di bidangnya sehingga bisa menuntun, memberikan tips, dan saran, sehingga akhirnya bisa mempercepat proses belajar seseorang dan menghindarkan seseorang membuat kesalahan yang biasa terjadi. Mentoring sebaiknya dilakukan untuk membantu SDM e-commerce untuk bisa menyerap pengalaman keberhasilan dari sang mentor.
Referensi:
https://m.wartaekonomi.co.id/berita216033/ini-dampak-perkembangan-e-commerce-bagi-indonesia
https://m.liputan6.com/bisnis/read/4050440/e-commerce-bantu-pelaku-bisnis-dapatkan-sdm-yang-tepat
http://www.neraca.co.id/article/116939/meningkatkan-kompetensi-e-commerce-sdm-umkm
Yuni Sudarwati, Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Industri E-Commerce, Majalah Info Singkat Vol. IX, No. 17/I/Puslit/September/2017
Gita Ratih Prima Santi (5119220014).
Bisnis e-commerce di Indonesia diprediksi
akan terus berevolusi. Sejak awal kemunculannya, e-commerce telah memberikan dampak yang besar pada aspek ekonomi masyarakat Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari semakin meningkatnya sifat konsumtif masyarakat dalam berbelanja online hingga bertambahnya jumlah lapangan pekerjaan.
Dilansir dari TechinAsia.com, firma konsultan Manajemen Mc. Kinsey & Company pada Agustus 2018 merilis riset mengenai status e-commerce di Indonesia. Sekarang ini, e-commerce telah banyak memberi dampak positif bagi lapangan kerja Indonesia dengan estimasi 4 juta pekerja terhubung dalam lingkungan bisnis tersebut. Tahun 2022 diperkirakan pertumbuhan pasar e-commerce Indonesia dapat merangkul sekitar 26 juta pekerja atau 20% angkatan kerja Indonesia. Lapangan kerja baru ini meliputi yang muncul untuk mendukung kegiatan e-commerce, seperti posisi pemrograman atau logistik di perusahaan e-tailing, dan pekerjaan yang sudah ada namun diperbarui oleh perkembangan e-commerce, seperti pengelola UMKM yang berpindah dari offline ke online.
Pertumbuhan e-commerce yang semakin pesat ini dapat menjadi jalan bagi Indonesia untuk pemerataan ekonomi. Akan tetapi pertumbuhan e-commerce tersebut belum seirama dengan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni. Saat ini daya saing digital Indonesia dapat dikatakan termasuk dalam kategori rendah karena masih minim investasi untuk pengembangan SDM di bidang teknologi digital. Masih sedikit SDM yang sungguh-sungguh menguasai sistem e-commerce secara menyeluruh, tidak hanya secara teknis, akan tetapi juga mengerti tentang sistem perbankan, lalu lintas perdagangan, dan sistem hukum yang berlaku.
Tidak tersedianya SDM yang berkualitas dan memahami keseluruhan sistem tersebut membuat beberapa profesi menjadi sangat mahal dan masih belum cukup cepat menjawab kebutuhan industri. Besarnya peluang pertumvuhan e-commerce tanpa diiringi dukungan dari segi SDM yang memadai menjadi sebuah permasalahan yang harus segera dicari jalan keluarnya.
Salah satu alasan rendahnya jumlah SDM e-commerce yang mumpuni adalah kurangnya ketersediaan informasi, seperti buku referenai, jurnal, majalah, atau tabloid yang membahas e-commerce. Selain itu juga kurangnya sarana pendidikan, seminar, workshop, pusat pengembangan yang seharusnya dibangun, dan tenaga ahli di bidang e-commerce. Oleh karena itu, perlu diambil beberapa tindakan untuk mempercepat pengembangan SDM e-commerce agar industri ini dapat berkembang dengan cepat dan tepat.
Hal pertama dapat dilakulan dengan perbaikan sistem pendidikan. Sebagai contoh, sistem belajar dari Amerika yang lebih banyak mengembangkan penelitia ilmiah dan dukungan kuat dari pihak pemerintah untuk melakukan inovasi teknologi, hal pertama yang harus dilakukan adalah perbaikan sostem pendidikan agar lebih baik, bermutu, dan berkualitas. Guna mencapai hal tersebut, diperlukan penataan terhadap sistem pendidikan secara menyeluruh, terutama yang berkaitan dengan kualitas pendidikan serta relevansinya dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Pemerintah mempunyai peran yang penting dalam penyelenggaraan sistem pendidikan yang efektif dan efisien, berorientasi pada penguasaan iptek, serta merata di seluruh pelosok tanah air.
Kedua dapat dilakukan peningkatan kapasitas SDM melalui berbagai diklat, kompetensi, pembinaan, dan lain-lain. Tenaga kerja profesional dan terampil sesuai tuntutan/kebutuhan pasar merupakan faktor keunggulan suatu bangsa dalam menghadapi persaingan global. Pemerintah memegang peran penting dalam menyiapkan program-program strategis guna menghasilkan SDM momentberkualitas dan siap memasuki pasar kerja. Pemerintah dapat memfasilitasi pelatihan terkait e-commerce di Balai Latihan Kerja. Selain itu, dapat bekerja sama dengan masyarakat, baik asosiasi maupun pihak swasta dan perguruan tinggi dalam penyelenggaraan pelatihan atau workshopbagi masyarakat mengenai e-commerce.
Ketiga adalah melakukan mentoring, yakni proses berbagi pengalaman dan pengetahuan dari seseorang yang sudah berpengalaman kepada orang yang ingin belajar dalam bidang tersebut. Di sini kata kuncinya adalah berbagi pengalaman dan pengetahuan. Seorang mentor biasanya adalah seseorang yang memang sudah berpengalaman di bidangnya sehingga bisa menuntun, memberikan tips, dan saran, sehingga akhirnya bisa mempercepat proses belajar seseorang dan menghindarkan seseorang membuat kesalahan yang biasa terjadi. Mentoring sebaiknya dilakukan untuk membantu SDM e-commerce untuk bisa menyerap pengalaman keberhasilan dari sang mentor.
Referensi:
https://m.wartaekonomi.co.id/berita216033/ini-dampak-perkembangan-e-commerce-bagi-indonesia
https://m.liputan6.com/bisnis/read/4050440/e-commerce-bantu-pelaku-bisnis-dapatkan-sdm-yang-tepat
http://www.neraca.co.id/article/116939/meningkatkan-kompetensi-e-commerce-sdm-umkm
Yuni Sudarwati, Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Industri E-Commerce, Majalah Info Singkat Vol. IX, No. 17/I/Puslit/September/2017

kita kaji lebih banyak lagi tentang dunia e commerce ya...khususnya bagaimana pengelolaan human capitalnya dari strategic to HR practices nya
ReplyDelete